Borneonews - Suara Rakyat Kalimantan
Tersangka pembacokan saat menyerahkan diri pada polisi.
Tersangka pembacokan saat menyerahkan diri pada polisi.

Mantan Istri Diantar Orang Lain, Anang Ajat Mengamuk karena Cemburu

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Akibat terbakar api cemburu lihat mantan istrinya diantar orang lain, M. Arsil, alias Uning, alias Anang Ajat, Barat, mengamuk.

Akibatnya korban Bambang Adi Sutrimanto, 29, yang bermukim di rumah kontrakan H. Otoh Nomor 13 Kelurahan Candi, Kecamatan Kumai, yang saat itu tiba bersama mantan istri tersangka mengalami luka bacok pada bagian punggung sebelah kiri.

Kapolsek Kumai AKP Hendry, Sabtu (6/1/2018) menjelaskan kronologis peristiwa yang terjadi Kamis (4/1/2018) lalu ini. "Peristiwa ini terjadi saat korban datang bersama Tuminah mantan istri tersangka menggunakan sepeda motor dirumah tersangka. Saat itu tersangka sedang membuat gagang parang didepan rumahnya," jelas Kapolsek.

Cemburu melihat keduanya, warga Jalan Pasir Putih Gang Jabon RT 10 Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) langsung mendekati korban dan mengayunkan parang yang ada ditangannya ke punggung korban.

"Saat korban berupaya melarikan diri, tersangka terus mengejarnya. Karena tersangka menganggap korban adalah orang yang merusak rumah tangganya. Walau coba dihalangi oleh keluarganya, tersangka tetap melakukan pengejaran menggunakan motor Vega warna putih," jelas Kapolsek.

Saat korban melarikan diri dan berhasil mencapai Puskesmas Kumai untuk mendapatkan pertolongan medis, peristiwa ini kemudian dilaporkan oleh masyarakat ke Mapolsek Kumai.

"Awalnya tersangka sempat melarikan diri. Namun setelah anggota Polsek Kumai melakukan pendekatan kepada keluarga tersangka, akhirnya tersangka bersedia menyerahkan diri pada hari yang sama," jelas Kapolsek.

Saat ini, lanjut Kapolsek, tersangka sudah ditahan di Mapolsek Kumai dan menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

"Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 351 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman 5 tahun penjara," jelas Kapolsek. (WAHYU KRIDA/m)